Intisari dan Materi Seminar 4 Formasigen

Pewarisan Karakter Fenotip Ayam (F1) Hasil Persilangan

Ayam Pelung (Gallus gallus domesticus) dengan

Ayam Cemani (Gallus gallus domesticus)

Iwan Roosdianto

Intisari

Keberadaan plasma nutfah ayam lokal di berbagai daerah di Indonesia cukup banyak dan sangat beragam. Salah satu plasma nutfah ayam lokal Indonesia adalah ayam Pelung yang merupakan ayam lokal tipe pedaging. Pada penelitian ini dilakukan persilangan antara ayam Pelung dengan ayam Cemani untuk mengetahui pewarisan karakter fenotipnya yaitu warna bulu dan berat badan sebagai alat identifikasi potensi ayam lokal tipe pedaging.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyilangan ayam, pengamatan dan pengukuran karakter fenotip ayam (F1) meliputi berat badan dan warna bulu. Jumlah anak ayam (DOC) yang diteliti sebanyak 5 ekor ayam jantan. Pengukuran berat badan dilakukan tiap minggu selama 7 minggu dan pengamatan warna bulu dilakukan pada minggu ke-7.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenotip ayam (F1) hasil persilangan antara ayam betina Pelung dengan ayam jantan Cemani berbeda dengan persilangan ayam betina Cemani dengan ayam jantan Pelung. Lima ekor anak ayam (DOC) yang dihasilkan dari perkawinan silang antara ayam betina Cemani dengan ayam jantan Pelung, 4 ekor mempunyai bulu berwarna hitam dan 1 ekor lainnya berwarna hitam kecoklatan serta berat tubuh rata-rata pada minggu ke-7 adalah 540 gr (± 39,294). Sedangkan lima ekor anak ayam (DOC) yang dihasilkan dari perkawinan silang antara ayam betina Pelung dengan ayam jantan Cemani, 4 ekor mempunyai bulu berwarna hitam dengan bercak coklat dan 1 ekor mempunyai bulu coklat tua serta berat tubuh rata-ratanya pada minggu ke-7 adalah 546 gr (± 14,445). Sedangkan perkawinan antara ayam betina Pelung dengan ayam jantan Pelung, keturunan yang dihasilkan mempunyai bulu berwarna perpaduan hitam, coklat dan sedikit warna putih serta berat tubuh rata-rata pada minggu ke-7 adalah 652 gr (± 33,846). Hasil di atas menunjukkan bahwa warna bulu ayam lebih dominan dturunkan oleh induk ayam Cemani. Sedangkan peningkatan berat badan F1 tidak dipengaruhi oleh ayam Pelung baik jantan maupun betina.

Materi seminar dapat diunduh disini

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.